daad kerenz
Kamis, 23 Mei 2013
daplun pancen senenge dablongan. Ana-ana baen polahe. Mlebu warung agep madang dheweke pesen.
Yu.. pupu loro tempe siji ya.?? (Mbekayu bakul ora gageyan ngladeni, dadi si daplun protes)
deneng meneng baen.?? Pupu loro tempe siji, gageyan.!!? (Si Mbekayu karo mandan kesuh semaur) pupu loro tempe siji khusus nggo bojoku, minggat nganah.??
Ndilalah ana bocah garep tuku gorengan
Bocah : mboke gorengane piraan.??
Bakul : rongewu telu..
Bocah : lah ora sida, wis kadaluwarsa kuwe tah
Bakul : kadaluarsa piwe sih wong esih anget koh
Bocah : kuwe tempe rong ewu telu mboke.. seki tuli rong ewu telulas.??
Bakul : OOOOooooo...DIGILMU SIH.!! minggat nganah.??
Sebuah cerita org Purwokerto asli
banyumasan telpon mesen KFC
Telfon Pertama
Tuyem : halloo...Kaepsi?
KFC : iya, ada yg bisa di bantu?
Tuyem : ayame ana apa ora?
KFC : oh ada
Tuyem : jajal gawa mrene, di adu
karo ayame inyong!
KFC. : X_X
Telfon Kedua
Tuyem : hallooo...kaepsi?
KFC : iya
Tuyem : delivery order?
KFC : iya
Tuyem : 24jam?
KFC : iya
Tuyem : Oooh hebat ya, kowe ora
tau turu!
KFC : ='(
Telfon Ketiga
Tuyem : hallooo...kaepsi?
KFC : iya...
Tuyem : ayam ana?
KFC : ada
Tuyem : sega?
KFC : ada
Tuyem : es krim?
KFC : ada
Tuyem : burger?
KFC : ada! banyak! komplit!! (bakule
nesu)
Tuyem : esih ana kabeh? ora payu
apa!! =))
KFC : X_X
Telfon Keempat
Tuyem : hallooo.. Kaepsi?
KFC : kowe maning! arep ngledek
maning apa!
Tuyem : woi inyong arep pesen! ya
wis, inyong ora sida pesen lah!
KFC : oh iya! mau pesen apa?
Tuyem : soto sokaraja baen
seporsi !!!
KFC : guoblok temen kowe...!!
Telfon Kelima
Tuyem : hallooo..kaepsi??
KFC. : mesti kowe maning, arep
ngapa kowe?
Tuyem : arep pesen ayam!
KFC. : oh iya! Apa lagi?
Tuyem : ayam karo sega! tapi
mbungkuse dipisah baen yak?
Mengko nek di dadekna siji, segane
entong dithotholi ayame
KFC. : wooooi wong edan! tak
tempiling sisan kowe
Rabu, 22 Mei 2013
Penemu Sepeda - Karl Drais
Wink Yagami,
Baron Karls Drais von Sauerbronn atau Karl Drais lahir pada tanggal 29 April 1785 di Karlsruhe, Jerman, tercatat sebagai penemu sepeda yang pertama.
Drais berhasil melakukan terobosan penting,yang ternyata merupakan
peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby
Horse dimodifikasi hingga akhirnya mempunyai mekanisme kemudi pada
bagian roda depan. bentuknya sepeda beroda tiga, bentuk awal dari
sepeda, namun tanpa pedal.Perjalanannya yang pertama dilaporkan, dari Mannheim ke Schwetzinger Relaishaus berlangsung pada tanggal 12 Juni 1817. Pada tahun yang sama, dia melakukan perjalanan kedua, dari Gernsbach ke Baden, dan lain-lain. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling. Dia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Pada 1839, Kirkpatrick Macmillan menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dan ban depan Draisienne.
Sepeda Draisienne ini tak bertahan lama, karena setelah itu, mulai muncul jenis-jenis sepeda baru yang lebih effisien bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah menggunakan pedal, walaupun pedal tersebut masih belum sempurna seperti sepeda jaman sekarang). Walau begitu, sepeda buatan Baron von Drais ini tetap harus diacungi jempol, karena sudah mampu menjadi tonggak munculnya sepeda-sepeda modern di dunia.

sebab dari penemuannya adalah adanya anomali iklim 1816, Tahun tanpa musim panas di sebabkan karena letusan maha dahsyat Gunung Tambora di Indonesia menyebabkan transportasi di Eropa terganggu akibat kegagalan panen dan kelaparan kuda, dan inilah penyebab dari penemuan Drais 'dari sepeda beroda tiga tersebut.
Pada tanggal 12 Januari 1818, Drais dianugerahi sebuah penghormatan dengan gelar duke sebagai imbalan atas penemuannya. Baden tidak memiliki hak paten atas penemuannya pada waktu itu. Grand Duke Karl Drais kemudian juga ditunjuk sebagai Profesor Mekanika. Ini hanyalah sebuah gelar kehormatan, tidak berhubungan dengan universitas atau lembaga lain. Drais pensiun dari layanan sipil dan terus menerima gaji sebagai atas penemuannya.
Sumber :
- daadkerenz.blogspot.com
Nick D'Aloisio, Remaja 17 Tahun Pencipta Aplikasi Rp 290 Miliar
GETTY IMAGES/NADINE RUPPKeingintahuan, gairah, dan ketekunan membawa Nick D’Aloisio menjadi pusat perhatian dunia. Pekan lalu, Yahoo mengumumkan membeli aplikasi Summly yang dibuat remaja asal London berusia 17 tahun itu. Ia bahkan disebut majalah ”Forbes” sebagai salah satu dari ”30 entrepreneur berusia di bawah 30 tahun” yang perlu diperhatikan.
Yahoo tak membuka informasi berapa harga yang dibayar, namun banyak pihak memperkirakan nilainya sekitar 30 juta dollar AS (sekitar Rp 290 miliar). Summly adalah aplikasi dengan algoritma kompleks yang mampu meringkas berita panjang di daring dalam tiga paragraf pendek sehingga mudah dibaca di layar smartphone.
D’Aloisio membuat Summly karena frustrasi saat mengerjakan tugas sekolah. Ia kerepotan dengan banyaknya artikel tak relevan saat mencari bahan di internet. Hal itu mendorong dia mencari cara menyaring informasi.
”Saya tak sabar,” ujarnya. ”Seperti remaja generasiku, jika tak menarik, saya akan berhenti membaca. Saya hanya mau membaca hal-hal yang ingin saya ketahui dengan segera. Itu yang dilakukan Summly.”
Jagoan teknologi itu membangun Summly di meja belajar di kamarnya pada usia 15 tahun. Aplikasi itu telah diunduh jutaan kali dan meringkas setidaknya 90 juta berita sejak versi awal aplikasi diluncurkan dengan nama Trimit pada 2011.
Trimit yang muncul di Apple’s App Store dan langsung diserbu pengunduh menarik perhatian Horizons Ventures, perusahaan pemodal ventura milik jutawan Hongkong, Li Ka-shing, yang lalu berinvestasi 250.000 dollar AS.
Investasi itu mendatangkan investor lain, mulai aktor Ashton Kutcher, janda John Lennon, Yoko Ono, penulis dan penyiar kondang dari Inggris Stephen Fry, sampai raja media pemilik News Corp, Rupert Murdoch.
”Mereka ibarat berjudi dengan memberi modal saat saya berusia 15 tahun,” kata D’Aloisio merujuk investasi yang memungkinkan dia menggaji pegawai dan menyewa kantor. Namun, dia tetap menjadi pemilik saham terbesar Summly.
Summly, pengembangan dari Trimit, diluncurkan November 2012. Sebulan kemudian D’Aloisio dihubungi Yahoo dan sejumlah peminat lain.
Bagi remaja yang ingin menjadi entrepreneur, juga orangtua mereka, berita penjualan Summly yang spektakuler mengecilkan hati sekaligus menimbulkan kekaguman. Reaksi Brian Wong (21), salah satu pendiri Kiip, perusahaan periklanan di internet, mengundang senyum, ”Saya merasa tua!”
Beberapa tahun lalu, Wong diberitakan sebagai orang termuda yang mendapatkan modal ventura. Setelah itu bermunculan sejumlah anak muda. ”Nick memecahkan rekor kami,” kata Wong.
Ketertarikan D’Aloisio pada teknologi terjadi sejak usia dini. ”Saya tertarik detail, hal aneh, dan esoterik (yang hanya diminati kalangan terbatas),” katanya. ”Saya terobsesi untuk mendalami, komputer salah satunya.”
Pada usia lima tahun, D’Aloisio terpesona sistem galaksi dan Matahari sehingga ia hafal seluruh konstelasi. Usia sembilan tahun, ia mendapat komputer pertama. Pada usia 10 tahun, ia tertarik mengutak-atik peranti lunak pembuat film. Ia belajar coding (pemrograman) secara otodidak pada usia 12 tahun.
Sebelum Summly, ia membuat aplikasi lain untuk smartphone, termasuk SongStumblr, program pencari musik di internet, dan Facemood, program yang mampu memperkirakan suasana hati pengguna lewat status terbarunya di Facebook.
Kehidupan sosial
D’Aloisio adalah anak pasangan asal Australia. Dari Inggris, keluarganya kembali ke Melbourne tak lama setelah ia lahir. Saat D’Aloisio berusia tujuh tahun dan adiknya, Matthew, tiga tahun, keluarganya kembali ke Inggris.
Mereka menetap di Wimbledon, barat daya London. Ayahnya, Lou Motilla, Wakil Presiden Morgan Stanley, dan ibunya, Diana D’Aloisio, pengacara. Orangtuanya bukan ahli komputer, namun mereka mendukung minat putranya. Mereka bahkan mengizinkan dia cuti dari sekolah tahun lalu untuk fokus pada Summly. Sang ibu menemaninya dalam perjalanan bisnis ke sejumlah negara.
Minatnya tak terbatas pada komputer. Di sekolahnya, King’s College School, Wimbledon, ia belajar A-levels (persiapan masuk perguruan tinggi) untuk matematika, fisika, dan filsafat. Ia belajar bahasa Rusia dan Mandarin serta bercita-cita kuliah PPE (filsafat, politik, dan ekonomi) di Oxford. ”Pendidikan itu hal menarik bagi saya,” katanya.
Di luar urusan komputer dan bisnis, ia berkumpul dengan teman- teman pada akhir pekan untuk main rugbi dan kriket. ”Saya main di tim A saat berusia 14 tahun, tetapi kini tak lagi,” kata D’Aloisio yang punya pacar sejak 10 bulan lalu.
Apa yang dia lakukan dengan uang hasil penjualan Summly? Ia menjawab dengan serius, uang itu disimpan di dana perwalian sampai ia berusia 18 tahun. Dalam wawancara radio, ia mengaku terganggu dengan ramainya pembicaraan di Twitter soal tas yang akan dibelinya. ”Tas saya rusak, talinya hampir putus. Jadi ini bukan karena saya mendapat banyak uang.”
”Saya lebih suka menyimpan uang di bank. Kalaupun ada yang akan saya lakukan dengan uang itu, saya ingin melakukan angel investing (mendanai proyek para pemula di bidang teknologi),” ujar remaja langsing berambut coklat tua itu.
Saling menguntungkan
D’Aloisio menyatakan, tak ada masalah terkait hak cipta. Aplikasi ciptaannya, Summly, melakukan analisis statistik untuk meringkas berita. Ia menjalin kerja sama dengan sekitar 250 penerbit konten, termasuk Wall Street Journal milik News Corp. Perusahaan yang berbasis di New York itu membuat kontennya cocok dengan Summly.
Program itu menguntungkan perusahaan media. ”Kami memperkenalkan karya mereka kepada pembaca baru dari kalangan muda,” katanya.
”Jika pembaca suka ringkasannya, mereka akan membaca seluruh berita. Ini akan meningkatkan jumlah pembaca,” ujarnya. Namun, teknologi itu memiliki kelemahan, kadang aplikasi ini kesulitan memperpendek tulisan yang terlalu canggih.
Penjualan yang diumumkan pekan lalu adalah akuisisi Yahoo ke-5 dalam lima bulan terakhir. Ini upaya CEO Marissa Mayer menarik lebih banyak ahli teknologi untuk membangun pelayanan smartphone dan komputer tablet. Teknologi makin penting dan diyakini Mayer telah diabaikan perusahaan internet. Sementara ini Summly tak bisa diunduh, akan diintegrasikan dalam peranti lunak Yahoo.
D’Aloisio akan bekerja untuk Yahoo di London. Ini memungkinkannya menyelesaikan SMA. Ia mengaku bergairah bekerja pada ”perusahaan internet klasik” yang lebih tua dari dia. Yahoo didirikan tahun 1994.
D’Aloisio akan meningkatkan perhatian pada pentingnya pemrograman komputer dan berharap hal itu diajarkan di sekolah. Ia juga akan mengembangkan Summly, tak sekadar untuk meringkas berita. ”Saya berupaya agar Summly mampu meringkas Wikipedia, buku, blog, apa pun.”(AP/Reuters/Daily Telegraph/NY Times)
• Lahir: London, Inggris, 1 November 1996 • Pendidikan: King’s College School, Wimbledon, Inggris
Sabtu, 27 April 2013
Sadar diri
Jika
kita mempunya uang lebih dari cukup, bagikanlan kepada orang-orang
disekitarmu yang kekurangan karena pada akhirnya engkau MATI tidak
membawa uang. Kebahagiaan mereka, kebahagiaan kita juga.
Langganan:
Postingan (Atom)